Mereka bilang sudah 80 tahun merdeka.
Mereka bilang sudah 80 tahun bendera ini berkibar…
Mereka bilang sudah 80 tahun kita merdeka.

Tapi,
apakah rakyat benar-benar merdeka…?
apakah perut rakyat tak lagi lapar…?
apakah hidup rakyat sudah sejahtera…?

Tidak!
Rakyat masih berjuang untuk sesuap nasi.
Dadanya sesak terhimpit beban pajak yang semakin meninggi.
Hidupnya menegangkan diawasi bagaikan pencuri
Padahal mereka hanya ingin hidup layak di negeri sendiri.

Sementara
Para pejabat terus bersiasat agar semakin bergaji tinggi
bermandikan aneka rupa tunjangan mewah,
bersorak-sorai di meja pesta kekuasaan.
Rakyat dituntut ikhlas akan hidupnya yang terhempas,
sedangkan penguasa bebas menjarah harta negara hingga tak tersisa.

Apakah ini yang bernama kemerdekaan?
Apakah ini kebebasan yang kita rayakan tahun demi tahun?

Pasukan asing bersenjata telah lama pergi,
Namun penjajahan budayanya terasa semakin merajalela
Rakyat tetap tertindas oleh bangsanya sendiri,
Oleh para pejabat bermental kolonial,
Oleh kebijakannya yang hanya menguntungkan segelintir orang,
Oleh keserakahannya yang tak pernah bisa terpuaskan.

Sang saka merah putih terus dikibarkan dengan bangga.
Namun kebebasan terkepung harga beras yang mencekik.
Desingan senjata penjajah telah lama sirna,
tapi kaki tangan bangsa terlilit hutang yang menggila,
hidup tak tenang diburu aneka pungutan,
terus tertipu oleh kebohongan demi kebohongan

Delapan puluh tahun kemerdekaan… katanya.
Tapi rakyat masih berjuang sendirian…nyatanya.

Jadi,
Inikah yang disebut kemerdekaan?
Untuk apa hari ulang tahun kemerdekaan terus dirayakan?
Untuk siapa makna kemerdekaan dipersembahkan?
Untuk rakyat, atau untuk mereka yang berkuasa?