Jakarta Timur, 11 Juni 2026 – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur mewarnai kegiatan Tasyakuran Kelulusan Siswa Kelas IX Angkatan ke-29 Tahun Ajaran 2025–2026 MTsN 24 Jakarta Timur. Kegiatan yang dihadiri oleh siswa, orang tua, guru, tenaga kependidikan, serta pengurus Komite Madrasah ini dikemas sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di MTsN 24 Jakarta Timur.

Berbeda dengan acara pelepasan yang identik dengan kemewahan dan euforia semata, kegiatan tasyakuran ini dirancang sebagai momentum refleksi, apresiasi, dan penguatan semangat bagi para lulusan yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Guntoro, Kepala MTsN 24 Jakarta Timur, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas IX atas berbagai prestasi yang telah berhasil diraih selama menempuh pendidikan di madrasah.

“Selamat kepada seluruh siswa kelas IX yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Hari ini adalah hari syukur atas perjuangan yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya selama menjalani proses pendidikan di MTsN 24 Jakarta Timur.

“Keberhasilan anak-anak kita tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua. Terima kasih atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini sehingga para siswa dapat menjalankan tugasnya sebagai pelajar dengan baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Guntoro mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia mendorong para lulusan untuk terus menjaga semangat belajar dan tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih.

“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Kesuksesan di masa depan hanya dapat diraih oleh mereka yang terus berusaha dan bersungguh-sungguh dalam belajar,” pesannya kepada para siswa.

Pada kesempatan tersebut, Guntoro juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana, Komite Madrasah, serta seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan moril maupun material sehingga kegiatan tasyakuran dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Senada dengan hal tersebut, Kusuma Haryanti selaku Ketua Panitia sekaligus mewakili Komite Madrasah menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua siswa yang telah berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Menurutnya, acara tasyakuran ini bukan sekadar seremoni pelepasan siswa yang telah lulus, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap perjalanan belajar dan berbagai prestasi yang telah ditorehkan para siswa selama berada di madrasah.

“Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengapresiasi kerja keras anak-anak, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap pengalaman dan kenangan selama belajar di MTsN 24 Jakarta Timur dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menapaki masa depan,” tuturnya.

Salah satu momen yang paling menarik dalam kegiatan tersebut adalah apresiasi terhadap berbagai prestasi siswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Para siswa berprestasi mendapatkan penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama belajar di madrasah.

Selain itu, acara juga diwarnai dengan peluncuran (launching) tiga buku inspiratif yang menjadi bukti nyata budaya literasi yang terus tumbuh di lingkungan MTsN 24 Jakarta Timur.

Buku pertama berjudul “Langkah Kecil Menuju Paham”, karya siswa kelas 9-2 (Kelas Tahfidz). Buku ini berisi kisah, pengalaman, serta refleksi para siswa dalam mempelajari metode membaca dan memahami kitab kuning. Melalui tulisan-tulisan sederhana namun bermakna, para siswa berbagi perjalanan intelektual dan spiritual mereka dalam mengenal khazanah keilmuan Islam.

Buku kedua berjudul “Ayat-Ayat yang Menghidupkan”, karya siswa kelas 9-3. Buku ini memuat pengalaman para siswa dalam menghafal Al-Qur’an, tantangan yang mereka hadapi, motivasi yang mereka bangun, serta hikmah yang mereka rasakan selama menjalani proses menjadi penghafal Al-Qur’an. Buku tersebut menjadi dokumentasi berharga tentang bagaimana Al-Qur’an hadir sebagai sumber inspirasi dan pembentuk karakter generasi muda.

Sementara itu, buku ketiga merupakan karya Muhanih, guru Fikih sekaligus wali kelas 9-5, yang berjudul “Glow Up Lahir Batin”. Buku ini mengangkat fenomena menarik tentang kebiasaan para siswi MTsN 24 Jakarta Timur yang gemar merawat diri menggunakan berbagai produk perawatan dan kecantikan. Namun, buku tersebut tidak memandang aktivitas itu sekadar sebagai upaya mempercantik penampilan, melainkan sebagai bentuk kesadaran untuk menjaga dan merawat tubuh sebagai amanah dari Allah SWT.

Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja, buku tersebut mengajak para pembaca untuk memahami bahwa kecantikan sejati bukan hanya terletak pada penampilan fisik, tetapi juga pada kebersihan hati, akhlak yang baik, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Tawa, tepuk tangan, dan sesekali air mata haru mengiringi setiap sesi kegiatan. Bagi para siswa kelas IX, momen ini menjadi penanda berakhirnya satu fase kehidupan sekaligus gerbang menuju babak baru yang penuh harapan.

Tasyakuran Kelulusan Angkatan ke-29 MTsN 24 Jakarta Timur akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara perpisahan. Ia menjelma menjadi perayaan syukur, panggung apresiasi prestasi, sekaligus bukti bahwa pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter, kreativitas, semangat literasi, dan kesiapan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Dengan mengusung semangat syukur dan optimisme, MTsN 24 Jakarta Timur melepas para lulusannya untuk melangkah menuju masa depan, membawa bekal ilmu, akhlak, dan pengalaman yang telah ditempa selama tiga tahun di madrasah tercinta. (humas-24)