Jakarta Timur – Proses Penerimaan Murid Baru (PMB) MTsN 24 Jakarta Timur Tahun Ajaran 2026–2027 hingga pertengahan Juni 2026 berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat tinggi dari masyarakat. Tingginya minat pendaftar terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti seleksi pada berbagai jalur penerimaan yang rata-rata melebihi kuota yang tersedia.
Sebagai salah satu madrasah negeri yang menjadi pilihan masyarakat di Jakarta Timur, MTsN 24 Jakarta Timur menerapkan sistem seleksi yang objektif dan transparan melalui tes berbasis Computer Based Test (CBT). Selain itu, peserta juga mengikuti tes baca Al-Qur’an, sedangkan bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur Tahfizh diwajibkan mengikuti tes hafalan Al-Qur’an sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga 22 Juni 2026, pelaksanaan PMB telah menyelesaikan empat jalur penerimaan, yaitu:
- Jalur Domisili dengan kuota 10%
- Jalur Afirmasi dengan kuota 8%
- Jalur Prestasi dengan kuota 10%
- Jalur Madrasah dengan kuota 30%
- Jalur Tahfizh dengan kuota 7%
Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang mengikuti seleksi pada masing-masing jalur rata-rata mencapai lebih dari 100 persen dari kuota yang tersedia, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan MTsN 24 Jakarta Timur.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari keterbatasan daya tampung madrasah. Saat ini MTsN 24 Jakarta Timur hanya memiliki enam rombongan belajar (kelas) pada setiap jenjang, yaitu kelas VII, VIII, dan IX. Dengan kapasitas yang terbatas tersebut, proses seleksi harus dilakukan secara ketat untuk memastikan penerimaan peserta didik berlangsung sesuai aturan dan daya tampung yang tersedia, maksimal 32 siswa setiap kelasnya.
Panitia PMB menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektivitas, akuntabilitas, dan keadilan. Sistem CBT digunakan untuk mengukur kemampuan akademik calon peserta didik secara lebih efektif dan terstandar, sementara tes baca Al-Qur’an menjadi bagian penting dari karakteristik pendidikan madrasah.
Untuk jalur Tahfizh, selain kemampuan membaca Al-Qur’an, peserta juga akan diuji kemampuan hafalannya guna memastikan calon peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan program unggulan Tahfizh yang dikembangkan oleh madrasah.
Meskipun empat jalur telah selesai dilaksanakan, proses PMB MTsN 24 Jakarta Timur masih akan berlanjut melalui beberapa jalur berikutnya, yaitu:
- Jalur Reguler dengan kuota 30%
- Jalur Akhir
Panitia berharap para calon peserta didik yang belum memperoleh kesempatan pada jalur sebelumnya tetap dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Tingginya jumlah pendaftar pada setiap jalur menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap MTsN 24 Jakarta Timur. Selain dikenal memiliki prestasi akademik dan nonakademik yang membanggakan, madrasah ini juga terus mengembangkan berbagai program unggulan, termasuk penguatan karakter, literasi, pembelajaran berbasis teknologi, serta program Tahfizh Al-Qur’an.
Melalui proses PMB Tahun Ajaran 2026–2027 ini, MTsN 24 Jakarta Timur berharap dapat menjaring calon peserta didik terbaik yang siap berkembang menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (Humas-24)