Jakarta — Kepala MTsN 24 Jakarta Timur, Guntoro, bersama para guru dan tenaga kependidikan MTsN 24 Jakarta Timur menghadiri kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung khidmat sejak sore hingga malam hari.

Kehadiran keluarga besar MTsN 24 Jakarta Timur bukan semata-mata karena adanya instruksi untuk mengikuti kegiatan, melainkan dilandasi kesadaran bahwa doa merupakan kekuatan spiritual yang menyertai setiap ikhtiar. Bagi insan pendidikan, keberhasilan dalam mendidik generasi bangsa tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan perencanaan yang matang, tetapi juga oleh doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan kepada Allah Swt.
Suasana kawasan Monas pada malam itu dipenuhi lautan manusia berpakaian putih yang datang dari berbagai daerah. Ribuan peserta dari wilayah Jabodetabek memadati area kegiatan. Bahkan, rombongan dari Kota Bandung turut hadir dengan sekitar 27 bus, menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti agenda spiritual dan kebangsaan tersebut. Pemandangan ini menjadikan kawasan Monas terasa begitu religius dan penuh semangat persaudaraan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, serta Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Acara juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama dari berbagai agama di Indonesia sebagai wujud persatuan dalam keberagaman.
Dalam ajakannya kepada masyarakat, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan ikhtiar bersama untuk menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperkuat dimensi spiritual bangsa. Melalui doa bersama, seluruh elemen masyarakat memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa diberi keberkahan, kedamaian, serta mampu mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
Kepala MTsN 24 Jakarta Timur, Guntoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman spiritual yang sangat berharga bagi seluruh peserta dari madrasah. Menurutnya, berkumpul bersama ribuan masyarakat dalam lantunan zikir, selawat, dan doa menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa dapat terus dipererat melalui nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan cinta tanah air.

“Doa adalah bagian dari ikhtiar. Sebagai pendidik, kita tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa setiap usaha harus disertai doa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia dan menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus mencintai negeri dengan memperkuat iman, akhlak, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Bagi keluarga besar MTsN 24 Jakarta Timur, keikutsertaan dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai religius sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai daerah membuktikan bahwa doa mampu menyatukan hati, menguatkan persaudaraan, dan menjadi energi positif dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Semoga ikhtiar yang dipanjatkan melalui zikir dan doa bersama tersebut dikabulkan oleh Allah Swt., sehingga bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan kemajuan, serta dunia pendidikan mampu terus melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan cinta tanah air. (humas-24)