Jakarta Timur – Siswa kelas 9 MTsN 24 Jakarta mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan MTsN 24 Jakarta ini merupakan hasil kerja sama antara MTsN 24 Jakarta dengan Dompet Dhuafa sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan dan pengalaman praktis peserta didik dalam memahami ilmu fikih.

Pelatihan menghadirkan Ust. Sigit Anggara dari Dompet Dhuafa sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan mengenai tahapan pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga proses pemakaman jenazah.

Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga diperkenalkan melalui praktik dan peragaan sehingga siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai tata cara pemulasaraan jenazah. Pendekatan praktik ini membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif dan tidak terasa seperti pembelajaran di kelas pada umumnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif menyimak penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Bahkan, salah seorang siswa dengan sukarela mengajukan diri untuk menjadi peraga jenazah dalam sesi praktik. Keberanian tersebut menunjukkan rasa ingin tahu sekaligus kesungguhan siswa dalam memahami materi yang bagi sebagian orang mungkin masih terasa asing.

Menurut Muhani, guru bidang studi Fikih MTsN 24 Jakarta, kegiatan seperti ini memiliki arti penting bagi peserta didik karena memberikan pengalaman langsung dalam memahami materi yang selama ini dipelajari secara teoritis.

“Kegiatan ini penting agar para siswa lebih mudah memahami materi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap adanya musibah kematian dan bagaimana cara mengurusnya,” ujar Muhani.

Pembelajaran tentang pemulasaraan jenazah juga menjadi bagian penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan memahami tata cara pemulasaraan, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui materi fikih secara konseptual, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi ketika berada di tengah masyarakat.

Sementara itu, Guntoro, Kepala MTsN 24 Jakarta, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah berkolaborasi dengan madrasah dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Dompet Dhuafa yang telah membantu memperluas wawasan para siswa dalam hal ilmu fikih, termasuk di antaranya tentang bagaimana memulasara jenazah,” ungkap Guntoro.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Bagi MTsN 24 Jakarta, pembelajaran tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki kepedulian sosial, keterampilan praktis, serta pemahaman keagamaan yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan.

Pelatihan pemulasaraan jenazah pun menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas 9. Dari kegiatan tersebut, mereka belajar bahwa ilmu fikih bukan hanya untuk dipahami dan dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dan memberikan manfaat bagi sesama. (Humas-24)