JAKARTA TIMUR, 17 Oktober 2026 — Kementerian Agama Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan bertajuk SantriRunFest 2026 – Fun Run Hari Santri Festival dengan tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, kepala madrasah, guru, serta karyawan madrasah se-Jakarta Timur, termasuk para guru dan karyawan MTsN 24 Jakarta Timur.
Salah satu kegiatan utama dalam festival tersebut adalah jalan santai atau fun run dengan rute sepanjang lima kilometer di jalan-jalan sekitar Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di lingkungan Kementerian Agama.

Para guru dan karyawan, Peserta FunRun 2026 Kemenag Jakarta Timur
Suasana semakin semarak pada penghujung acara dengan penampilan dua artis yang dikenal luas oleh masyarakat, yakni Inka Christie dan Alma Esbeye. Kehadiran keduanya menambah kemeriahan perayaan Hari Santri tahun ini.
Namun, di balik kemeriahan festival tersebut, terselip sebuah momen mengharukan yang menjadi kenangan tersendiri bagi para guru MTsN 24 Jakarta Timur.
Alma Esbeye, Alumni MTsN 24 yang Tak Melupakan Gurunya
Alma Esbeye, yang memiliki nama asli Ummu Salamah, merupakan alumni MTsN 24 Jakarta Timur. Kini, ia dikenal sebagai vokalis utama grup musik gambus Syubbanul Akhyar, yang juga dikenal dengan sebutan SBY atau Esbeye. Kiprahnya di dunia musik telah membawanya tampil di berbagai kesempatan, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke sejumlah negara, di antaranya Qatar.
Inka Christie di panggung FunRun 2026 Kemenag Jakarta Timur
Perjalanan Alma di dunia hiburan telah dimulai sejak ia masih duduk di bangku kelas IX MTsN 24 Jakarta Timur. Saat itu, ia mengikuti sebuah kompetisi lagu-lagu Islami yang diselenggarakan oleh stasiun televisi Indosiar. Berkat kemampuan dan kegigihannya, Alma berhasil melewati seluruh tahapan kompetisi hingga mencapai babak final dan meraih juara pertama.
Prestasi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Seiring waktu, namanya semakin dikenal dan kiprahnya terus berkembang hingga sekarang.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang penyanyi, Alma ternyata tetap menyimpan kenangan indah tentang masa-masa sekolahnya, termasuk sosok para guru yang pernah mendidik dan membimbingnya.
Pertemuan Spontan yang Mengharukan
Momen penuh kehangatan itu terjadi ketika tiga guru MTsN 24 Jakarta Timur, yakni Muji Hartono, Aan Andriana, dan Lukman Faisal, sedang berdiri di bawah pohon untuk melepas lelah setelah mengikuti fun run sejauh lima kilometer.
Tiba-tiba, sebuah mobil Toyota Alphard berhenti tepat di hadapan mereka. Ketika pintu mobil terbuka, betapa terkejut sekaligus bahagianya mereka saat mengetahui bahwa sosok yang keluar dari mobil tersebut adalah Alma Esbeye, mantan siswi mereka yang kini telah sukses meniti karier di dunia musik.
Tanpa canggung, Alma langsung menyapa para gurunya. Ia menyalami mereka dengan penuh hormat dan mengajak berfoto bersama. Pertemuan yang berlangsung secara spontan itu pun menghadirkan suasana hangat dan mengharukan.
Yang membuat momen tersebut semakin berkesan adalah pengakuan Alma bahwa dirinya masih mengingat dengan baik para guru yang pernah mendidiknya. Ia bahkan menyebut nama mereka, sebuah hal sederhana tetapi memiliki makna mendalam bagi seorang guru.
Bagi para pendidik, keberhasilan seorang murid tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, ketika seorang murid yang telah meraih kesuksesan tetap mengingat dan menghormati gurunya, kebahagiaan itu terasa jauh lebih istimewa.
Pertemuan singkat tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan antara guru dan murid tidak berhenti ketika masa sekolah usai. Ilmu, bimbingan, dan kenangan yang terbangun selama proses pendidikan dapat terus melekat, bahkan ketika sang murid telah melangkah jauh menggapai cita-citanya.
Kesuksesan yang Tak Melupakan Akar
Kisah Alma Esbeye menjadi inspirasi bagi keluarga besar MTsN 24 Jakarta Timur, khususnya para siswa yang sedang berjuang mengembangkan bakat dan meraih cita-cita. Perjalanan Alma menunjukkan bahwa potensi yang diasah sejak bangku madrasah dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.
Lebih dari itu, sikapnya yang tetap mengingat para guru mengajarkan nilai penting tentang kerendahan hati, penghormatan kepada pendidik, dan tidak melupakan tempat seseorang memulai perjalanan.
SantriRunFest 2026 pun bukan sekadar festival olahraga dan hiburan dalam rangka Hari Santri. Melalui pertemuan penuh makna tersebut, tersampaikan pula pesan tentang pentingnya pendidikan, keteladanan guru, serta ikatan silaturahmi yang tetap terjaga sepanjang waktu.
Sebab, prestasi membuat seseorang dikenal, tetapi kerendahan hati dan penghormatan kepada guru membuat keberhasilannya semakin bermakna. (humas-24)