JAKARTA TIMUR – Komunitas Belajar Guru (KBG) MTsN 24 Jakarta Timur menggelar pertemuan perdana pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 13.00–15.30 WIB. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya belajar bersama, berbagi praktik baik, dan mengembangkan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Pertemuan perdana tersebut menghadirkan dua materi utama, yakni sosialisasi rencana implementasi program ekoteologi di lingkungan madrasah dan pelatihan menulis bagi guru. Sebanyak 21 guru hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi untuk memperdalam pemahaman terhadap kedua materi tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 24 Jakarta Timur, Guntoro, S.Pd., M.PFis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KBG. Menurutnya, komunitas belajar merupakan kebutuhan penting bagi guru yang senantiasa dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Ia juga mengingatkan bahwa belajar merupakan bagian penting dari kehidupan manusia, sejalan dengan ajaran agama yang menekankan kewajiban menuntut ilmu sepanjang hayat. Oleh karena itu, kegiatan komunitas belajar diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan madrasah.
Guntoro turut menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan. Ia berharap aktivitas KBG dapat terdokumentasi dengan baik dan, jika memungkinkan, menghasilkan produk nyata. Dokumentasi serta produk tersebut dapat menjadi bukti kegiatan pengembangan kompetensi guru yang mendukung peningkatan kinerja madrasah, terutama dalam pemenuhan bukti dukung akreditasi dan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM).
Ekoteologi dan Literasi Menjadi Fokus Diskusi

Materi pertama disampaikan oleh Nurul Fajri Ardiani, guru Bahasa Inggris sekaligus Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Ia memaparkan sosialisasi rencana implementasi program ekoteologi di lingkungan MTsN 24 Jakarta Timur.
Materi ini menjadi ruang awal untuk membangun pemahaman bersama mengenai rencana program yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan. Melalui diskusi tersebut, para guru diharapkan dapat memahami arah pelaksanaan program dan melihat peluang penerapannya dalam kegiatan pendidikan di madrasah.
Materi kedua berupa pelatihan menulis disampaikan oleh Ali Mustahib Elyas, guru Bimbingan dan Konseling (BK) sekaligus Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas). Sesi ini diarahkan untuk mendorong guru mengembangkan keterampilan menulis, mendokumentasikan pengalaman pembelajaran, serta mengolah praktik baik menjadi tulisan yang bermanfaat.

Kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan penting bagi guru, bukan hanya untuk menghasilkan karya, tetapi juga untuk merekam proses refleksi dan inovasi pembelajaran. Melalui tulisan, pengalaman yang semula berlangsung di ruang kelas dapat dibagikan dan menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya.
Kedua materi tersebut mendapat respons aktif dari peserta. Diskusi bersama memberikan kesempatan kepada guru untuk bertukar pandangan, mengajukan pertanyaan, dan memperdalam pemahaman terhadap topik yang dibahas.
Waktu Terbatas, Perlu Pertemuan Lanjutan
Meskipun berlangsung dengan antusiasme peserta, waktu yang tersedia terasa cukup singkat untuk membahas seluruh materi secara lebih mendalam. Karena itu, pertemuan lanjutan dipandang perlu agar diskusi dapat diteruskan dan rencana tindak lanjut bisa dirumuskan secara lebih terarah.
Selain itu, beberapa guru belum dapat mengikuti kegiatan karena harus menyelesaikan tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan. Kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan agar pelaksanaan pertemuan berikutnya dapat diatur dengan lebih efektif sehingga semakin banyak guru berkesempatan berpartisipasi.
Pertemuan perdana ini menjadi awal yang positif bagi penguatan KBG MTsN 24 Jakarta Timur. Keberlanjutan kegiatan diharapkan mampu membangun kebiasaan belajar bersama, memperluas budaya literasi, serta mendorong lahirnya inovasi dan praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah.
Pada akhirnya, komunitas belajar bukan sekadar agenda pertemuan rutin, melainkan ruang tumbuh bagi guru untuk saling menguatkan, berbagi pengetahuan, dan menghasilkan karya. Semangat belajar sepanjang hayat yang dibangun melalui KBG diharapkan turut mendukung terwujudnya madrasah yang terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
KBG MTsN 24 Jakarta Timur: Belajar Bersama, Berkarya, dan Bertumbuh untuk Madrasah yang Lebih Baik. (HUMAS-24)