Lokasi
Masjid Agung Baitunnur Pati adalah sebuah masjid megah yang terletak di Kabupaten Pati. Masjid ini berada di sisi barat alun-alun Kota Pati, yang lebih dikenal dengan sebutan Simpang Lima. Di sebelah utara alun-alun, bersebelahan dengan masjid, terdapat Kantor Bupati Pati serta Gedung DPRD Kabupaten Pati.
Ciri Khas dan Arsitektur
Salah satu keunikan Masjid Agung Baitunnur Pati terletak pada perpaduan harmonis antara marmer putih yang menghiasi lantai dan dinding bagian depan, serta ornamen kayu berwarna cokelat yang memberikan sentuhan estetis. Masjid ini juga menyimpan mimbar kuno berusia sekitar 171 tahun (pada tahun 2025), yang merupakan hadiah dari Raden Adipati Aryo Condro Adinegoro, lengkap dengan prasasti yang terukir dalam huruf Arab Pegon.
Sejarah
Masjid Agung Baitunnur Pati pertama kali didirikan oleh Raden Adipati Aryo Condro Adinegoro (Raden Bagus Mita), yang memerintah antara tahun 1829-1895 M. Proses pembangunan dimulai pada tahun 1261 H (1845 M), sebagaimana dicatat dalam prasasti kaligrafi yang kini terletak di Masjid Gambiran. Pada awalnya, masjid ini memiliki atap berundak yang khas, mirip dengan Masjid Agung Demak dan masjid-masjid kuno lainnya di Jawa Tengah.
Pada tahun 1389 H (1969 M), Masjid Agung Baitunnur Pati mengalami renovasi. Renovasi ini ditandai dengan penambahan tulisan Arab di sebelah kiri prasasti kaligrafi yang menyatakan: “tajdiid wa tausii’u hadza al-masjid fii sanah 1389 H / 1969 M” (artinya: renovasi dan perluasan masjid ini dilakukan pada tahun 1389 Hijriyah atau 1969 Masehi). Pada saat itu, Bupati Pati dijabat oleh A.K.B.P. Raden Soehargo Djojolukito (1967-1973 M). Renovasi ini membawa perubahan pada desain bangunan, termasuk penambahan kubah, meskipun atap berundak tetap dipertahankan. Namun, menara depan yang sebelumnya menjulang gagah kini tidak lagi terlihat.
Renovasi kedua dilaksanakan pada tahun 1979-1980 M, menjelang akhir masa jabatan Bupati Kol. Pol. Drs. Edy Rustam Santiko (1973-1979 M). Desain masjid dalam renovasi ini dikerjakan oleh Nu’man dari ITB Bandung, yang mengubah keseluruhan tampilan bangunan. Setelah renovasi ini, atap masjid tidak lagi berundak dan kehilangan kubah, beralih ke desain minimalis yang masih bertahan hingga kini.
Keunikan Lainnya
Masjid Agung Baitunnur Pati memiliki satu menara tunggal yang terpisah dari bangunan utama. Di bagian belakang masjid, terdapat Gedung Islamic Centre yang terhubung dengan tempat wudu dan kamar mandi. Antara masjid dan tempat wudu terdapat teras serta kolam besar berisi air dengan kedalaman sebatas mata kaki yang berfungsi untuk mencuci kaki sebelum memasuki masjid. Menariknya, petugas masjid dengan cermat merapikan sandal para jamaah dengan cara menghadapkannya ke depan, sehingga memudahkan jamaah saat keluar dari masjid. Setidaknya ini yang saya saksikan saat keluar masjid setelah mengikuti salat subuh berjamaah di masjid ini.
Di samping kanan masjid, terdapat bundaran dengan patung ikan yang terbuat dari knalpot brong hasil sitaan polisi, menambah daya tarik dan keunikan lingkungan sekitar masjid ini.