Jakarta Timur, 22 Juni 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris MTs DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan pengembangan profesional guru bertajuk “Empowering English Teachers through Effective Reading Strategies for Better Teaching and Learning” di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Kota Administrasi Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh para guru Bahasa Inggris MTs se-DKI Jakarta.

Ketua MGMP Bahasa Inggris MTs DKI Jakarta, Bataav J., S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan strategi pembelajaran agar mampu menghadirkan proses belajar yang efektif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Ia berharap forum MGMP tidak hanya menjadi wadah administrasi profesi, tetapi juga ruang belajar bersama yang produktif dan berkelanjutan.

Materi pertama disampaikan oleh Saepul, S.Pd., MM, Kepala Tim Kerja Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Ia menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai bagian dari implementasi kurikulum. Menurutnya, kemampuan membaca bukan sekadar keterampilan memahami teks, tetapi juga fondasi bagi kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Karena itu, guru Bahasa Inggris memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi di madrasah.

Selanjutnya, Dr. Itje Chodidjah, M.A, pakar senior ELT (English Language Teaching), mengajak peserta melihat pembelajaran membaca dari perspektif yang lebih luas. Ia menekankan bahwa membaca bukan hanya aktivitas menemukan jawaban yang benar dalam teks, melainkan proses membangun makna, mengembangkan rasa ingin tahu, dan melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Menurutnya, guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa berinteraksi aktif dengan teks sehingga kegiatan membaca menjadi pengalaman yang bermakna.

Sementara itu, Kevin Febryan, B.Sc, Director of Studies Atlaz Academy, membagikan berbagai strategi membaca efektif yang dapat diterapkan di kelas Bahasa Inggris. Ia menjelaskan pentingnya penggunaan teknik seperti skimming, scanning, predicting, dan inferencing untuk membantu siswa memahami teks secara lebih efisien. Selain itu, ia juga memperkenalkan berbagai pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca.

Pada sesi berikutnya, Melda Y. Anwar, M.Pd, Pengawas Pendidikan sekaligus pembina MGMP Bahasa Inggris MTs DKI Jakarta, memberikan penguatan dari perspektif praktik pembelajaran. Ia berbagi pengalaman ketika masih aktif mengajar Bahasa Inggris dan menerapkan berbagai inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pengalaman tersebut kemudian ia dokumentasikan dalam bentuk karya tulis best practice yang mengantarkannya meraih prestasi sebagai guru berprestasi tingkat nasional beberapa tahun silam.

Menurut Melda, banyak praktik baik yang dilakukan guru di kelas sebenarnya memiliki nilai inovatif yang tinggi, tetapi sering kali tidak terdokumentasikan dengan baik. Karena itu, ia mendorong para guru untuk tidak hanya mengajar dengan kreatif, tetapi juga menuliskan pengalaman pembelajaran mereka sebagai bentuk refleksi profesional sekaligus kontribusi bagi dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa guru yang terus belajar, mencoba, merefleksi, dan berbagi praktik baik akan lebih mudah berkembang menjadi pendidik yang inspiratif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan praktik strategi membaca menjadi bagian yang memperkaya wawasan para guru. Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Inggris MTs DKI Jakarta berharap para peserta memperoleh bekal baru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran membaca di madrasah masing-masing, sehingga kemampuan literasi siswa dapat berkembang secara lebih optimal.

Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen untuk terus memperkuat budaya belajar di kalangan guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah di DKI Jakarta (mtsn-24)